Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian (BRMP Agroklimat) Kementerian Pertanian kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Smart Tani Vol.1 Tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas produksi pertanian di tengah dinamika perubahan iklim.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 16 April ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari penyuluh pertanian, peneliti, hingga praktisi di bidang pertanian. Bimtek diselenggarakan secara daring, menghadirkan narasumber kompeten yang membahas berbagai aspek penting terkait adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di sektor pertanian.
Perubahan pola iklim yang semakin tidak menentu, termasuk potensi fenomena El Niño pada tahun 2026, menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan gagal panen di berbagai wilayah. Oleh karena itu, diperlukan langkah mitigasi sejak dini guna memastikan ketersediaan air serta ketepatan waktu tanam agar produktivitas tetap terjaga.
Dalam Bimtek ini, peserta mendapatkan pemaparan terkait analisis fenomena iklim global, termasuk pemanfaatan data indeks kekeringan seperti Standardized Precipitation Index (SPI) untuk pemetaan wilayah rawan. Informasi ini menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan di tingkat lapangan, terutama dalam menentukan strategi pengelolaan air dan pola tanam yang adaptif.
Selain itu, materi juga menyoroti penerapan teknologi hemat air dan inovasi pengelolaan sumber daya air yang efisien. Upaya ini diharapkan mampu membantu petani dalam menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau, sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, BRMP Agroklimat mendorong penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian. Kesiapsiagaan yang terbangun sejak dini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan iklim, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dan ketahanan pangan nasional dapat terus diperkuat.